Tamu adalah raja, kata-kata ini sangat melekat dalam telinga kita. Hanya saja kata-kata ini malah sering disalahgunakan. Salah satunya adalah misalkan saat para tamu (pelanggan) datang ke toko baju, restoran, atau tempat-tempat lainnya. Mereka merasa bahwa dia adalah ‘Raja’, sehingga bisa berbuat seenaknya dan semena-mena. Sebagai ‘Raja’ mereka merasa berhak untuk menindas para pelayan.
Sebagai ‘Raja’, para tamu kemudian merasa bahwa dirinya berada di tingkat yang lebih tinggi daripada pelayan. Maka dari itu kebanyakan dari mereka malah merasa diri paling hebat dan sering kali menindas yang lemah. Harusnya kita segera sadar dan menghentikan kebiasaan buruk ini.
Perlu diingat bahwa kehidupan ini bak roda yang berputar. Bisa saja orang yang kamu tindas saat ini di kemudian hari malah berada di posisi yang jauh lebih tinggi padamu. Selain itu, ingat pula dengan prinsip kehidupan dimana apa yang kamu tabur, itulah yang akan kamu tuai. Jangan sampai kamu malah seperti pria ini…
Diceritakan ada seorang pria ingin memesan makanan di sebuah restoran. Tamu ini terbilang tamu yang rewel, karena ia memiliki banyak tuntutan untuk makanan yang dipesannya. Ia kemudian memilih untuk memesan satu porsi spaghetti jamur dan asparagus.
Untuk pesanannya ini ia meminta agar asparagus dan mie spaghetti diberikan lebih banyak sedikit, mie spaghettinya sendiri jangan dimasak terlalu matang, garam dan minyak ditaruh sedikit saja. Saat pesanannya datang, ia pun langsung merasa tidak puas.
Ia merasa kalau pelayan tidak mendengarkan permintaannya dengan baik. Jumlah asparagus dan mie spaghetti seperti tidak ditambah. Pelayan sudah menjelaskan bahwa porsi makanan tersebut sudah dibuat berdasarkan permintaan. Selain itu, tamu tersebut juga memarahi pelayan karena bubuk-bubuk hitam yang ada di sekitar piring. Tamu merasa piring itu kotor dan merasa pelayanan dari restoran ini begitu buruk.
Pelayan tersebut coba menjelaskan, namun tamu tersebut tidak mau mendengar penjelasan apa-apa lagi. Selain itu tamu bahkan berkata pada pelayan kalau ia tidak cocok bekerja sebagai pelayan, lebih baik segera pulang dan meminta uang bulanan dari orang tua saja. Pelayan tersebut pun akhirnya hanya bisa terus meminta maaf pada tamu.
Tak lama kemudian, saat sedang makan secara kebetulan presiden direktur tempatnya bekerja datang juga ke restoran itu. Presiden direktur pun tidak menyangka bisa bertemu dengan sang manajer. Presiden direktur kemudian mengatakan kalau ia datang ke restoran itu karena ingin mengunjungi anaknya yang sedang kerja magang.
Presiden direktur ingin agar anaknya mandiri, punya banyak pengalaman dan bisa melihat dunia ini lebih luas lagi. Lalu, saat ia memanggil anak perempuannya, ternyata anak perempuannya adalah pelayan yang tadi melayani manajer tersebut! Sang ayah kemudian penasaran mengapa muka anak perempuan tercintanya begitu murung, ia sampai bertanya,”Siapa yang berani menindasmu?”
Mengetahui kenyataan itu sang manajer hanya bisa menunduk malu dan tak bisa berkata-kata lagi. Makanya, jadi orang jangan sombong dan suka menindas orang lain…
Sebagai ‘Raja’, para tamu kemudian merasa bahwa dirinya berada di tingkat yang lebih tinggi daripada pelayan. Maka dari itu kebanyakan dari mereka malah merasa diri paling hebat dan sering kali menindas yang lemah. Harusnya kita segera sadar dan menghentikan kebiasaan buruk ini.
Perlu diingat bahwa kehidupan ini bak roda yang berputar. Bisa saja orang yang kamu tindas saat ini di kemudian hari malah berada di posisi yang jauh lebih tinggi padamu. Selain itu, ingat pula dengan prinsip kehidupan dimana apa yang kamu tabur, itulah yang akan kamu tuai. Jangan sampai kamu malah seperti pria ini…
Diceritakan ada seorang pria ingin memesan makanan di sebuah restoran. Tamu ini terbilang tamu yang rewel, karena ia memiliki banyak tuntutan untuk makanan yang dipesannya. Ia kemudian memilih untuk memesan satu porsi spaghetti jamur dan asparagus.

Ia merasa kalau pelayan tidak mendengarkan permintaannya dengan baik. Jumlah asparagus dan mie spaghetti seperti tidak ditambah. Pelayan sudah menjelaskan bahwa porsi makanan tersebut sudah dibuat berdasarkan permintaan. Selain itu, tamu tersebut juga memarahi pelayan karena bubuk-bubuk hitam yang ada di sekitar piring. Tamu merasa piring itu kotor dan merasa pelayanan dari restoran ini begitu buruk.

Tak lama kemudian, saat sedang makan secara kebetulan presiden direktur tempatnya bekerja datang juga ke restoran itu. Presiden direktur pun tidak menyangka bisa bertemu dengan sang manajer. Presiden direktur kemudian mengatakan kalau ia datang ke restoran itu karena ingin mengunjungi anaknya yang sedang kerja magang.

